Apakah Hasil Pilpres AS Berdampak Terhadap Indonesia?
0 Comments

Berita Terbaru Politik Dikabarkan jika sejumlah pakar memperkirakan siapapun pemenang pemilihan presiden Amerika Serikat yang akan digelar pada November mendatang tidak akan berpengaruh langsung terhadap Indonesia dari segi politik internasional maupun ekonomi.

Direktur Amerika 1 Kementerian Luar Negeri, Zelda Wulan Kartika, mengatakan, pada dasarnya hubungan Indonesia dan AS dalam empat tahun terakhir tidak menunjukkan banyak perubahan dan keduanya memiliki hubungan politik yang saling berkaitan.

“Menurut pengamatan kami, (hubungan kedua negara) tidak menunjukkan banyak perubahan. RI dan AS juga memiliki hubungan politik yang saling terkait, ditambah AS juga memiliki kepentingan yang komprehensif yang melibatkan Indonesia,” kata Zelda dalam Focus Group Discussion yang diadakan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) secara daring, Selasa (28/7).

Zelda menyebut bahwa AS di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump tidak menunjukkan pertentangan kuat dengan Indonesia yang sampai mempengaruhi hubungan bilateral antar kedua negara.

 

 

Apakah Hasil Pilpres AS Berdampak Terhadap Indonesia?

 

 

 

“Indonesia memandang AS sebagai salah satu mitra dagang terbesar, sumber investasi, dan mitra kerjasama. Sementara AS memiliki kepentingan kepada RI karena Indonesia merupakan salah satu pasar potensial bagi produk AS mulai dari komoditas pertanian hingga alutsista,” tambahnya.

Zelda menerangkan bahwa AS merupakan salah satu mitra kerja sama Indonesia khususnya dalam menghadapi isu-isu strategis seperti penanggulangan terorisme, kejahatan siber, dan penanggulangan pandemi Covid-19.

“Kehadiran AS dipandang penting bagi Indonesia sebagai penyeimbang kekuatan (negara) lain,” kata Zelda.

Kepala Departemen Hubungan Internasional CSIS, Dr. Shafiah F. Muhibat mengatakan baik Trump maupun pesaingnya dari Partai Demokrat, Joe Biden, sepakat bahwa keamanan ekonomi dalam negeri menjadi fokus utama ketika mereka menjabat nanti.

“Titik temu kedua kandidat presiden sepakat (bahwa) keamanan ekonomi sebagai keamanan nasional, sehingga upaya untuk meningkatkan ekonomi (dalam negeri) juga menjadi porsi besar,” kata Shafiah.

“Keduanya juga memperkuat kelas menengah. Perdebatan antar kedua kubu ini (lebih kepada) seperti apa (nantinya) bentuk kebijakannya,” tambahnya.

Dia juga mengatakan bahwa nuansa “America First” atau mengutamakan kepentingan AS tidak hanya terdapat pada kampanye Trump. Menurut dia, kampanye Biden juga memiliki unsur tersebut meskipun lebih mengedepankan citra kolektivitas dan multilateral.

Sementara itu, Chief Country Representative US-ASEAN Business Council Jakarta, Dr. Landry Haryo Subianto, mengatakan siapa pun presiden AS terpilih, konteks kepentingan Indonesia dengan AS harus mencakup empat hal yakni perubahan iklim, perkembangan teknologi, kesehatan, serta perdagangan dan investasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *